4 Cara Belanja Bijak untuk Kurangi Food Loss

Sumber: pixabay.com

Holla, sobat GPI di mana pun berada. Tahukah kalian bahwa Indonesia adalah negara berkembang yang turut menyumbang 13 juta ton sampah makanan setiap tahun? Jumlah sebanyak itu setara dengan makanan yang bisa dikonsumsi oleh 28 juta orang.

            Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang sehari-hari tak lepas dari menyantap dan mengolah makanan, tentu kita tidak bisa membiarkan kondisi seperti ini terus berlangsung tanpa melakukan tindakan yang berarti. Memang, memperbaiki atau merubah suatu kebiasaan bukan pekerjaan yang mudah, namun juga bukanlah kemustahilan jika dilakukan bersama-sama. Diketahui, salah satu penyebab tingginya angka sampah makanan di Indonesia ialah berasal dari kegagalan pengolahan bahan pangan. Untuk itu, kita semua bisa memulai perubahan secara sederhana, yaitu berawal dari dapur rumah.

            Sobat GPI, terutama yang punya hobi memasak, pasti pernah merasa jika bahan yang digunakan berlebih. Lalu, bingung harus diolah seperti apa, hingga akhirnya terpaksa dibuang karena bahan sudah rusak, kedaluarsa dan tidak layak pakai akibat terlalu lama disimpan. Hal seperti itu tidak akan terjadi jika sedari awal kita sudah punya perencanaan yang matang ketika akan berbelanja bahan makanan alias belanja bijak. Dengan menerapkan ‘belanja bijak’, kita dapat menghindari nafsu belanja serta membeli bahan-bahan yang sebenarnya belum kita butuhkan.

Mau tahu bagaimana cara melakukan belanja bijak? Simak tips berikut ini!

  1. Susun Rencana Menu

Sebelum mulai berbelanja, sebaiknya kita buat terlebih dahulu rencana menu untuk satu minggu ke depan. Jika siklus belanjanya setiap hari, menu bisa ditentukan pada H-1. Dengan begini, kita terhindar dari membeli bahan hanya karena lapar mata saja dan tidak dapat diolah.

 

  1. Cek Stok di Lemari Es/ Lemari Penyimpanan

Kita harus mengetahui bahan apa saja yang masih tersedia di lemari es atau lemari penyimpanan serta jumlahnya. Hal ini dimaksudkan supaya kita tidak membeli bahan makanan berlebih dan serupa.

 

  1. Catat Bahan Makanan Yang Akan Dibeli

Setelah menentukan menu dan mengecek bahan makanan yang tersedia di rumah, kita perlu membuat daftar belanja. Sertakan jumlah bahan yang akan dibeli sesuai dengan frekuensi makan, perkiraan porsi, serta banyaknya anggota keluarga. Tentunya, rencana belanja tersebut ditulis sesuai dengan kebutuhan menu yang sebelumnya sudah dirancang. Silakan menentukan buffer stock bahan pangan jika diperlukan dan yakin akan digunakan.

 

  1. Hunting Bahan-bahan Segar

Waktunya belanja telah tiba! Jangan lupa untuk mengecek kesegaran sayur, daging, telur, maupun buah-buahan sebelum memasukannya ke keranjang belanjaan. Selain itu, kita juga harus selalu memeriksa tanggal kedaluarsa suatu bahan. Ini sangat penting, supaya bahan-bahan tersebut tidak rusak sampai waktunya dimasak tiba.

Caranya mudah sekali, bukan? Dengan begini, semoga kita bisa mengurangi kemungkinan bahan pangan gagal diolah sehingga sampah makanan pun bisa berkurang. Jangan lupa dipraktikkan, ya, sobat GPI!

 

Penulis                         : Andini Retno

Editor & Penyunting   :  Ugahari Nurul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *