Why Food Bank Will Change Your Life

Hello GPI People!

Familiar dengan tagar #foodies #foodlicious #foodfortheday #foodforlife atau bahkan #makanankekinian di Instagram? Kalau jawabannya iya, pasti kamu adalah seorang pecinta kuliner atau seorang food blogger atau memang sekedar lagi iseng hunting makanan kekinian.


Source: Instagram
Tagar #foodies sendiri punya jumlah post yang sangat fantastis, sekitar 14 juta lebih. Dimana contentnya gak jauh dari moekbang. Kalau diterjemahkan berarti eating broadcast (video live streaming yang menampilkan seseorang sedang makan dalam porsi besar sambil ngobrol dengan orang yang menontonnya).
Kemudian coba deh cari tagar #foodbank #foodwaste #saveyourfood #foodwastecampaign #foodforthehungry #foodforthought atau #antinyisainmakanan, dijamin kamu gak bakal dapat post sebanyak #foodies dan teman-temannya. Apa artinya? Unfamiliar. Tidak banyak orang yang terbiasa mendengar bahkan mencari tagar di atas. Hal menyisakan makanan pun sepertinya hal yang lumrah ditemui di Indonesia.


Menurut Economist Intelligence Unit, pada kenyataannya Indonesia adalah negara dengan sampah makanan terbesar ke-2 di dunia yang menyia-nyiakan hampir 300kg makanan per orang setiap tahun. Jika dikaitkan dengan index kelaparan global dunia (GHI), tingkat kelaparan di Indonesia masih berada di level serius yaitu sekitar 22% walaupun sebenernya sudah mengalami penurunan dibanding tahun 2008. Apa sih artinya?

Source: http://ghi.ifpri.org/

Artinya Indonesia masih di dalam level serius. Lebih dari 19 juta penduduk Indonesia masih kekurangan gizi. Bahkan 2 hingga 3 anak dari setiap 100 anak, meninggal sebelum berusia 5 tahun.
Semakin tinggi angka GHI menunjukkan situasi kelaparan suatu negara yang semakin memburuk. Dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, Indonesia masih berada di bawah Filipina, Vietnam, Thailand dan Malaysia.
Memang realita yang cukup miris. Namun, sebagai bangsa yang besar, pesimisme bukanlah kosa kata favorit kita. Hadirnya banyak Lembaga non-profit yang bersifat kemanusiaan di Indonesia merupakan salah satu sumber manis untuk membantu mengurangi tingkat kelaparan.
Muncullah istillah food bank. Istilah keren apalagi ini? Kalau dijabarkan ke dalam Bahasa Indonesia, yaitu Bank Makanan. Secara harfiah bisa diartikan tempat dimana makanan disalurkan secara cuma-cuma kepada orang-orang yang membutuhkan. Medianya bisa beragam. Ada yang lewat Lembaga kemanusiaan, program CSR perusahaan, komunitas yang sedang melakukan kegiatan amal, atau bahkan dilakukan secara pribadi/perseorangan.
Peran food bank akan sangat beragam. Selain sebagai akses penyedia makanan gratis, nantinya makanan yang ada akan disimpan, dikemas, bahkan diolah sedemikian rupa hingga nantinya sampai ke tangan yang berhak.
Dengan semakin meroketnya food bank term, makin banyak komunitas yang tumbuh dengan mengangkat isu #foodwaste atau #foodforlife sebagai landasan utama, dimana salah satunya adalah Galang Pangan Indonesia (GPI). Sebagai komunitas baru, GPI bertekad untuk dapat membantu pemerataan pangan di Indonesia khususnya Jabodetabek. Komunitas yang terbentuk atas inisiasi sekumpulan anak muda pecinta kuliner ini resah melihat masih banyak masyarakat yang membuang makanan layak. Tidak berhenti sampai disitu, GPI bercita-cita menjadi salah satu digital food bank mumpuni di Indonesia. Sejak 2 bulan terbentuk, GPI sudah memiliki setidaknya ±30 Food Rangers/Rescuers. Latar belakang teman-teman yang bergabung pun beragam diantaranya karena ada yang memang masih suka menyisakan makanan, menyalurkan rasa kepedulian terhadap sesama, membagi kebahagiaan melalui kesetaraan pangan, dan berbagai alasan positif lainnya.

Do you want to be an agent of change? Be a challenger and join us as food ranger!

 

Salam

By : ChicaOy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *